Pages

Selasa, 09 Januari 2018

Evaluasi Kinerja Tahun 2017 dan Rapat Kerja Tahun 2018 PT BPRS Buana Mitra Perwira





Rapat Kerja BPRS Buana Mitra Perwira tahun 2018 telah berlangsung pada tanggal 6 Januari 2017 bertempat di Bale Apoeng Desa Bojongsari Kabupaten Purbalingga, maksud  diadakannya Rapat Kerja adalah untuk membahas dan merumuskan rencana dan program kerja yang akan dilakukan, serta bertujuan untuk menyamakan persepsi serta menyatukan gerak langkah yang akan dikerjakan di tahun 2018 nantinya, acara berlangsung diawali dengan Evaluasi Kinerja tahun 2017 agenda acara tersebut adalah untuk melihat lagi kebelakang apa saja yang belum tercapai ditahun 2017 dan sebagai gambaran, apa yang perlu ditingkatkan dan strategi apa yang perlu diambil untuk program kerja di tahun 2018. Rapat Kerja di mulai pada pukul 08.00 WIB dan dibuka oleh Dewan Komisaris BPRS Buana Mitra Perwira yaitu Bapak Drs. Mugiyarto, M.Si dan dihadiri oleh segenap jajaran dan staff BPRS Buana Mitra Perwira.











Read more

Selasa, 19 Desember 2017

Pembukaan Stand BPRS Buana Mitra Perwira Di Purbalingga EXPO



Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Purbalingga yang ke-187, purbalingga kembali menggelar acara yang rutin diadakan setiap tahunnya yaitu Purbalingga Expo dengan mengusung tema Menggagas Inovasi, Melejitkan Potensi untuk Purbalingga Sejahtera. BPRS Buana Mitra Perwira sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Purbalingga ikut berpartisipasi dalam acara tersebut yaitu dengan membuka stand di lokasi Expo. Disamping memeriahkan acara Expo, pembukaan stand bertujuan untuk memperkenalkan BPRS Buana Mitra Perwira secara luas kepada masyarakat purbalingga terutama yang sampai saat ini belum mengetahui keberadaan BPRS Buana Mitra Perwira sebagai satu-satunya BPRS yang ada di wilayah Kabupaten Purbalingga, dan sebagai sarana untuk mengedukasi masyarakat untuk mengetahui apa itu perbankan syariah. Pembukaan Stand Expo BPRS Buana Mitra Perwira melayani pembukaan tabungan dan deposito dengan berbagai hadiah menarik. Stand Expo BPRS Buana Mitra dapat dikunjungi di Pelataran GOR (Gelanggang Olah Raga) Goentoer Darjono Purbalingga yang beralamat di Jalan Komisaris Noto Sumarsono, Purbalingga Kidul, Purbalingga dari tanggal 14 Desember sampai dengan 16 Desember 2017 mulai pukul 09.00-20.00 WIB.




 

Read more

Selasa, 28 November 2017

Kegiatan Sharing Product BPRS Buana Mitra Perwira




Hari Sabtu, tanggal 25 November 2017 BPRS Buana Mitra Perwira kembali mengadakan acara rutin yaitu Sharing Product. Seperti pada acara sebelumnya, acara Sharing Product diikuti oleh seluruh karyawan dan karyawati BPRS Buana Mitra Perwira. 

Sharing Product kali ini diisi oleh Direktur Utama BPRS Buana Mitra Perwira yaitu Bapak. H. Aman Waliyudin. Mengingat Tahun 2017 akan segera berlalu dan kami semua akan menyambut tahun yang baru, beliau menyampaikan harapan-harapan yang masih belum tercapai di tahun 2017 ini dan harapan yang ingin diraih di Tahun 2018 mendatang. Beliau mengingatkan tercapainya harapan tidak lepas dari kerjasama dan tujuan yang sama untuk mengembangkan perusahaan dari setiap bagian, jika setiap bagian berjalan sendiri tanpa melihat tujuan yang akan dicapai bersama maka akan sulit mencapai harapan-harapan yang ingin diraih, untuk itu beliau menghimbau bahwa setiap bagian harus memiliki tujuan yang sama, arah yang sama jika harapan ingin tercapai. Beliau mengibaratkan seperti sekumpulan orang dalam satu lingkaran yang diikat, jika setiap orang berjalan kearah depan saja maka lingkaran tersebut tidak akan maju pergerakannya, tetapi jika setiap orang yang ada didalam lingkaran tersebut bergerak mengikuti arah yang dituju maka lingkaran tersebut dapat bergerak.
Read more

Senin, 06 November 2017

Alasan Ekonomi Syariah Penting Dikembangkan di Indonesia

 


Dikutip dari halaman republika.co.id
Bank Indonesia (BI) menyatakan, ekonomi syariah harus dikembangkan karena tidak hanya berkaitan dengan sektor keuangan tapi juga sektor riil "ekonomi syariah itu meliputi halal food, halal tourism, halal fashion, dan lainnya. Malaysia sudah memulai semuanya lebih dulu sehingga dia menjadi eksportir industri halal terbesar di dunia saat ini,"ujar Kepala Departemen Keuangan dan Ekonomi Syariah BI Anwar Basori, di Jakarta. Ia mengatakan, saat ini secara global, Indonesia menempati peringkat pertama untuk pangsa pasar perbankan syariah yakni sekitar 1,6 persen. Angka tersebut dinilainya cukup lumayan. Kendati masih jauh bila dibandingkan Iran yang pangsa pasarnya mencapai 33 persen, Arab Saudi 20,6 persen, atau Malaysia yang berada di urutan ketiga dengan pangsa pasar perbankan syariah sebesar 9,3 persen."Lumayan untuk perbankan syariah, tapi untuk halal food industry konsumen terbesar adalah Indonesia tapi kita belum jadi pemain. Bahkan Bangkok memegang 25 persen ekspor halal food ke dunia padahal penduduk islamnya cuma sekitar lima persen,"tutur Anwar. Dia berharap, ekonomi syariah di Indonesia bisa masuk ke dalam sistem dan terinstusionalkan. Hal itu karena, kata dia, bila strategi pengembangan ekonomi syariah hanya dirumuskan tapi tidak diinstitusionalkan, maka tidak berguna. "Mumpung sudah ada KNKS(Komite Nasional Keuangan Syariah)harusnya bisa diinstitusionalkan karena tidak bisa hanya dibicarakan di forum,"kata Anwar. Ia Pun menyebutan ada tiga pilar dalam pengembangan ekonomi syariah. Pertama, melakukan pemberdayaan ekonomi syariah. Kedua, pendalaman pasar keuangan syariah. Lalu ketiga, literasi dan riset edukasi.
 
Read more

Selasa, 24 Oktober 2017

OJK Terbitkan Izin 10 Lembaga Keuangan Mikro Syariah




Dikutip dari halaman Kompas.com 
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan izin operasional untuk 10 Lembaga Keuangan Mikro Syariah, kehadiran LKM Syariah ini diharapkan mampu menjadi sarana atau wadah masyarakat kecil untuk mendapatkan modal usaha maupun pinjaman yang mudah, serta memberikan akses untuk masyarakat kecil yang tidak bisa mendapatkan akses pembiayaan normal seperti dari perbankandan mereka bisa mendapatkan pembiayaan tanpa agunan dan tanpa prosedur yang rumit. Sepuluh Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKM) Syariah yang mendapatkan izin operasional dari OJK antara lain sebagai berikut : 

1.   LKM Syariah Khas Kempek, Cirebon
2.   LKM Syariah Buntet Pesantren, Cirebon
3.   LKM Syariah Berkah Bersama Baiturrahman, Bandung 
4.   LKM Syariah Ranah Indah Darussalam, Ciamis
5.   LKM Syariah Amanah Berkas Nusantara, Purwokerto
6.   LKM Syariah Bank Wakaf Alpansa, Klaten
7.   LKM Syariah Alumna Berkah Mandiri, Yogyakarta 
8.   LKM Syariah Berkah Rizqi Lirboyo, Kediri
9.   LKM Syariah Denanyar Sumber Barokah, Jombang
10. LKM Syariah An Nawawi, Banten

Read more

25 Tahun Perbankan Syariah di Indonesia


Sejak pertama kali didirikan pada tahun 1992 hingga saat ini Indonesia memiliki 13 bank syariah, 22 unit usaha syariah, dan lebih dari 160 bank pembiayaan rakyat syariah diseluruh wilayah Indonesia. Selain itu, sejak 2016 lalu, perbankan syariah telah mampu menembus level psikologis 5 persen pangsa pasar dibanding dengan bank konvensional.

Bank Indonesia sebagai induk dari semua bank di Indonesia juga telah mendukung bank syariah sejak 15 tahun lalu memalui pembuatan cetak biru pengembangan perbankan syariah di Indonesia. Bahkan setahun kemudian, yaitu pada tahun 2000, Bank Indoensia membuka sebuah direktorat baru yang bernama Direktorat Perbankan Syariah yang berarti bank sentral mendukung penuh hadirnya perbankan syariah di Indonesia. Saat ini juga sudah terdapat Undang-Undang (UU) yang mengatur tentang perbankan syariah yaitu UU nomor 21 Tahun 2008. Namun dibalik semua pencapaian yang telah didapat terdapat sejumlah tantangan yang akan dihadapi kedepan, dalam hal ini diperlukan berbagai terobosan untuk memperluas manfaat perbankan syariah. 

Pertama, perbankan syariah membutuhkan kebijakan dan regulasi pemerintah yang kondusif dan afirmatif terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Sebabnya ialah selama ini perbankan syariah dibebaskan bersaing dengan perbankan konvensional dalam banyak hal , padahal dari berbagai sisi, misalnya kemapuan pendaaan, perbankan syariah masih jauh dari perbankan konvensional. Artinya, diperlukan political will dari pemerintah untuk turut serta mengembangkan perbankan syariah lebih jauh lagi.

Kedua, saat ini Indonesia telah memiliki sebuah institusi untuk menangani keuangan syariah secara lintas kemneterian/lembaga, yaitu Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Tidak tanggung-tanggung, pimpinan KNKS dipegang langsung oleh presiden Joko Widodo. Namun, KNKS saat ini perlu diberdayakan lebih jauh karena belum terlihat gebrakan yang mampu mendongkrang persoalan perbankan syariah selama ini. Selain itu, kehadiran Presiden Jokowi sebagai nakhoda sesungguhnya juga sangat dibutuhkan agar terdapat keselarasan visi dan koordinasi antar kementerian/lembaga yang berada dalam naungan KNKS. Dengan begitu, impian Preside Jokowi agar Indonesia mampu menjadi pusat keuangan syariah dunia dapat tercapai secepatnya.

Ketiga orientasi pragmatis semata dalam bisnisnya harus diubah dalam model bisnis perbankan syariah. Sebabnya ialah terdapat persepsi yang berkembang bahwa perbankan syariah hanya mengejar keuntungan. Kejadian yang menggambarkan ini adalah, misalnya kejadian pemberian pinjaman kepada PT Rockit Aldeway oleh Bank Muamalat sebesar Rp 100 miliar pada November 2015 dan seketika macet di bulan selanjutnya, Desember 2015. Selain itu, pemberian fasilitas pembiayaan oleh sindikasi perbankan syariah kepada PT BIJB juga dapat dianggap bermasalah karena pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, itu menggusur ribuan warga secara paksa dan mencerabut masyarakat dari penghidupannya sebagai petani. Dalam hal ini, perbankan syariah pula mengejar kemaslahatan umat yang dapat diukur melalui Maqashid Sharia Index (MSI). Tidak lupa juga untuk terus menjaga perbankan syariah dalam kerangka sharia compliance sehingga tidak keluar dari koridor-koridor syariah yang ditetapkan. 

Keempat, perbankan syariah perlu menggagas untuk mendirikan sebuah sekolah atau institut yang mampu menjadi penyelia Sumber Daya Insani (SDI) bagi perbankan syariah. Selayaknya Perbanas yang memiliki Perbanas Institute, Aliansi bank-bank syariah juga membuat hal serupa. Pendirian institusi pendidikan sangat perlu untuk dilaksanakan sesegera mungkin mengingat perbankan syariah selalu kekurangan stok SDI, sehingga perbankan syariah selama ini banyak yang mengambil jalan pintas defisit SDI dengan membajak bankir konvensional ke bank syariah. Dengan seperti itu pula, perbankan syariah dapat membuat tata kelola dan mitigasi risiko yang mampu mencegah fraud dan moral hazard karena dengan kemandirian institusi pendidkan yang didirikan oleh perbankan syariah, institusi tersebut dapat membuat standarisasi lulusan yang sesuai dengan kebutuhan kompetensi di industri perbankan syariah. Pada akhirnya, bahaya laten defisit SDI yang setiap tahunnya mencapai ribuan dapat teratasi secara perlahan kedepannya.

Kelima, tidak lupa juga bahwa perbankan syariah harus menginvestasikan dana yang cukup untuk bidang penelitian dan pengembangan serta teknologi dan informasi. Tujuan dari investasi tersebut adalah untuk lebih meningkatkan efisiensi dan skala industri, variasi dari produk-produk yang dikeluarkan, dan tentu saja memenuhi harapan dan ekspektasi masyarakat luas. Hal ini sangat penting dilakukan agar dapat tergali sisi unik dari perbankan syariah dibandingkan institusi kuangan lainnya. dengan ditemukannya sisi unik tersebut, perbankan syariah dapat menciptakan inovasi dan diferensiasi produk-produk syariah dan berimplikasi pada positioning perbankan syariah yang buak lagi market follower, tetapi market leader

Keenam adalah sosialisasi secara terus-menerus oleh perbankan syariah. Sosialisasi penting untuk terus dilaksanakan diberbagai daerah di Indonesia sehingga masyarakat semakin paham tentang perbankan syariah dan apa yang dibawa olehnya. Selain itu, akad-akad syariah yang ada di perbankan syariah justru dapat dilihat dari sudut pandang peluang, bukan hambatan, apabila sosialisasi dilakukan dengan strategi yang matang. Hal-hal tersebut di atas dapat terlaksana apabila terdapat sinergi tersebut terjadi, ke depan perbankan syariah tidak lagi dianggap sebelah mata dan tidak sekadar menjadi alternatif, tetapi juga menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia.
Sumber : www.republika.co.id oleh Izzudin Al Farras Adha



Read more

Senin, 23 Oktober 2017

Penghargaan Ke-enam BPRS Buana Mitra Perwira dari Majalah Infobank


BPRS Buana Mitra Perwira kembali mendapat predikat "Sangat Bagus" dari majalah Infobank dalam "Rating Institusi Keuangan Syariah" versi Infobank Tahun 2017. Sebanyak enam kali BPRS Buana Mitra Perwira mendapatkan penghargaan dari Majalah Infobank. Pencapaian ini masuk dalam kelompok BPRS beraset Rp. 50 miliar sampai dengan dibawah Rp. 100 miliar. Prestasi tersebut diraih karena fungsi Intermediasi BPRS Buana Mitra Perwira hingga tahun 2016 berjalan sangat baik, hal tersebut tercermin dari penyaluran pembiayaan yang tumbuh 20,50% menjadi Rp. 58,47 miliar pada tahun 2016 dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya yang hanya Rp. 48,52 miliar. Pembiayaan BPRS ditopang oleh Dana Pihak Ketiga yang tumbuh 20,37% menjadi Rp. 79,57 miliar per tahun 2016. Kinerja Pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga yang sangat baik mampu meningkatkan perolehan laba hingga 13,62% atau menjadi Rp. 1,83 miliar dibandingkan dengan tahun 2015 yang sebesar Rp. 1,61 miliar. Pertumbuhan diseluruh pos meningkatkan aset yang dimiliki oleh BPRS Buana Mitra Perwira pada tahun 2015 sebesar Rp. 82,69 miliar menjadi Rp. 95,97 miliar pada tahun 2016. Prestasi yang diperoleh selama ini tentunya tidak lepas dari kerja keras seluruh jajaran BPRS Buana Mitra Perwira Para Pemegang Saham dan Stakeholder lainnya. Semoga BPRS Buana Mitra Perwira dapat terus mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah tercapai selama ini.
Sumber : Majalah Infobank Edisi Khusus "Rating Institusi Keuangan Syariah"
Read more