Pages

Selasa, 02 Juli 2013

Menuju Pertumbuhan Perbankan Syariah yang Berkualitas

dari beritasatu.com
Industri perbankan syariah di Tanah Air memperlihatkan perkembangan positif. Sepanjang lima tahun terakhir, kinerja perbankan syariah tumbuh pesat dan diperkirakan bakal berlanjut dengan prediksi pertumbuhan 31-50% tahun 2013. Ke depan, tren pertumbuhan tinggi perbankan syariah diharapkan makin berkualitas sesuai tujuan (maqasid) demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pembiayaan ke sektor produktif.
Sejumlah sektor bisa dimasuki sebagai terobosan. Antara lain, proyek-proyek dalam skala prioritas pemerintah, seperti konstruksi, listrik, dan gas. Termasuk pertanian dan industri kreatif serta sektor produktif untuk ‘start- up business’, dan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Upaya lain adalah pengembangan inovasi produk yang memunculkan keunikan dan kemurnian khas produk syariah sebagai alternatif jasa keuangan bagi masyarakat luas.
Pertumbuhan perbankan syariah yang berkesinambungan diyakini berdampak pada perekonomian yang kian sehat. Pasalnya, sifat pembiayaan perbankan syariah adalah mendukung sektor riil sebagai ‘underlying asset’, mengharamkan gharar, riba, dan maysir disamping mendorong pembagian keuntungan dan kerugian dalam kegiatan operasional. Termasuk terlibat dalam kegiatan sosial melalui zakat, sodaqoh hingga mendukung ‘social welfare’.
Untuk meningkatkan perekonomian dan stabilitas perekonomian yang berkesinambungan, perlu perbankan syariah yang kuat. Karena itulah, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo berharap adanya dukungan penuh regulator, akademisi-akademisi, ahli-ahli syariah dan institusi lainnya. Termasuk Dewan Syariah Nasional (DSN), Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
”Di level internasional, bank syariah juga diharapkan berperan bagi terbentuknya stabilitas sistem keuangan dan dapat meningkatkan kesejahteraan Indonesia,” ujar Agus dalam seminar internasional Islamic Finance di Nusa Dua Bali pada 30-31 Mei 2013.
Seminar itu bertema ”Fase Baru Keuangan Islam: Menangkap Area yang Belum Dimanfaatkan untuk Meningkatkan Kualitas Pembangunan Ekonomi.”
Perbankan syariah selama ini mencatatkan pertumbuhan 40-50%. Angka ini jauh lebih tinggi ketimbang pertumbuhan perbankan konvensional. Meski tumbuh tinggi, Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah mengingatkan perlunya memperhatikan sisi kualitas dari pertumbuhan itu.
”Pertumbuhan perbankan syariah perlu dioptimalkan dalam menyentuh persoalan dasar dari banyak negara berpenduduk muslim seperti terbatasnya akses masyarakat atas sumber pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan,” tuturnya.
Dalam pengembangan perbankan syariah, Halim memang kerap menekankan perlunya edukasi dan sosialisasi secara berkesinambungan.
”Ada program khusus untuk edukasi. Misalnya, penyediaan kedai-kedai kecil seperti yang terlihat di samping ruang seminar ini atau pembuatan forum-forum bazar intermediasi,” ujarnya.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) selaku penjamin simpanan masyarakat di perbankan syariah juga mendukung pengembangan perbankan syariah.
“Intinya kita selalu mengikuti perkembangan industri perbankan syariah karena simpanan di bank syariah termasuk yang dijamin LPS,” kata Direktur Klaim dan Resolusi Bank, LPS, Noor Cahyo.
Penjaminan LPS bahkan telah mencakup dana haji yang oleh pemerintah diwajibkan ditaruh pada bank syariah.
“Dengan demikian, seluruh dana haji enggak hilang kalau misalnya tiba-tiba bank penyimpan dana haji itu kolaps,” kata Noor Cahyo.

PT BPRS Buana Mitra Perwira

About PT BPRS Buana Mitra Perwira

BPRS Buana Mitra Perwira adalah Bank Syariah pertama yang didirikan di Purbalingga, dengan status Perseroan Terbatas (PT). Kepemilikan saham oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga (PSP) dan KSU Buana Nawa Kartika.

Subscribe to this Blog via Email :