Pages

Jumat, 29 November 2013

Presiden Ingin Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia dan dengan semakin meningkatnya kelas menengah, Indonesia berpotensi menjadi pusat ekonomi syariah dunia. Melalui Gerakan Ekonomi Syariah (GRES), Presiden optimistis edukasi dan sosialisasi potensi serta pemanfaatan ekonomi syariah di Tanah Air akan lebih meningkat lagi di masa mendatang.

Presiden mengemukakan, selama 9 tahun periode pemerintahannya, berbagai inisiatif pengembangan yang ditempuh pemerintah beserta regulator, parlemen dan berbagai stakeholder, telah mendorong perkembangan sistem ekonomi syariah secara signifikan.

“Aset industri perbankan syariah juga meningkat hampir 14 kali, atau rata-rata tumbuh 151% per tahun. Selain itu, sejumlah milestone penting sejarah keuangan syariah Indonesia juga telah kita wujudkan,” kata SBY saat mencanangkan Gerakan Ekonomi Syariah (GRES) di Silang Monas Jakarta, kemarin.

Dijelaskan SBY, pencanangan Gerakan Ekonomi Syariah itu merupakan sejara baru dalam agenda nasional. Melalui Gerakan Ekonomi Syariah, kata Presiden, pemerintah ingin masyarakat di seluruh tanah air berperan labih aktif dalam pengembangan ekonomi syariah.

Menurut Presiden, sebagai negara muslim terbesar di dunia dan dengan semakin meningkatnya kelas menengah, Indonesia berpotensi menjadi pusat ekonomi syariah dunia. “Lebih jauh lagi, kita juga ingin menjadikan negeri kita sebagai pusat keuangan syariah dunia sekaligus terintegrasi dengan sistem internasional berbasis syariah. Inilah salah satu esensi dari perwujudan Islam sebagai rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Tidak ada Jarak Sektor Riil dan Keuangan

Ia pun berharap, sistem ekonomi syariah dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi ataupun mencegah terjadinya krisis keuangan global. Sekaligus juga dapat meningkatkan resiliency ekonomi nasional terhadap dampak negatif gejolak keuangan global yang kita rasakan akhir-akhir ini.

Dikatakan Presiden SBY, tatanan sistem perekonomian global saat ini menghadapi tantangan serius dan justru dialami banyak negara maju, yang selama ini teori dan konsepnya banyak menjadi sumber pemikiran dan gagasan perekonomian dunia selama ini.

“Oleh karena itu, belajar dari fenomena krisis ekonomi dunia yang datang silih berganti, lanjut Presiden, sudah selayaknya sistem, kebijakan dan etika perekonomian perlu kita perbaiki dan kita lengkapi,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Presiden, sistem ekonomi syariah bisa meminimalisasi jarak antara sektor keuangan dan sektor riil, sehingga perekonomian nasional bisa terhindar dari aksi spekulan yang acapkali menimbulkan gejolak pada sistem keuangan. Lebih lanjut ia mengatakan Indonesia mesti terus berupaya untuk mewujudkan sistem perekonomian yang adil dan mensejahterakan rakyat.

Ia juga menyatakan sistem bagi hasil dalam ekonomi syariah memiliki akar yang serupa dengan budaya Indonesia pada masa lalu, misalnya sistem membagi empat dan membagi dua. 

"Menurut pandangan saya, mari kita perkuat ekonomi domestik dan sistem dan budaya. Ekonomi syariah ekonomi nenek moyang yang harus kita bangun disetiap daerah. Dan inilah yang harus kita pekuat. Oleh karena itu saya dukung gerakan ini karena meningkatkan kemandirian dan ketahanan bangsa," ujar Presiden SBY. 

Melalui GRES, Presiden optimistis edukasi dan sosialisasi potensi serta pemanfaatan ekonomi syariah di tanah air akan lebih meningkat lagi di masa mendatang.

Meskipun industri ekonomi syariah telah menunjukan perkembangan yang sangat signifikan, namun menurut Presiden SBY, ukuran industri keuangan syariah kita baru sekitar 40 miliar dolar Amerika Serikat. Tentunya, jumlah ini masih sangat kecil bila melihat potensi yang dimiliki.

Oleh karena itu, Kepala Negara mendukung upaya perumusan Cetak Biru Keuangan Syariah Indonesia. 

“Saya berharap cetak biru ini sejalan dengan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Jangka Panjang (RPJP). Selain itu, cetak biru juga perlu harmonisasi dengan sejumlah program nasional yang tengah kita galakkan saat ini, utamanya MP3EI,” ujar Kepala Negara.

PT BPRS Buana Mitra Perwira

About PT BPRS Buana Mitra Perwira

BPRS Buana Mitra Perwira adalah Bank Syariah pertama yang didirikan di Purbalingga, dengan status Perseroan Terbatas (PT). Kepemilikan saham oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga (PSP) dan KSU Buana Nawa Kartika.

Subscribe to this Blog via Email :